Keberhasilan seseorang
di dunia tergantung dari cara ia melakukan management terhadap dirinya dalam
hidup. Apabila selama hidup dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dengan diisi
dengan ibadah dan berbuat baik, maka sudah tentu itu merupakan tiket menuju
keberhasilan dunia-akhirat. Keberhasilan dunia-akhirat dapat dibentuk dari
memulai hal yang menguntungkan dalam hidup, dan menjauhkan diri dari yang
merugikan dalam hidup. Sesuatu yang mendatangkan cinta dan kasih Allah swt merupakan hal yang menguntungkan dalam hidup
dan hal yang menimbulkan murka Allah adalah sesuatu hal yang merugikan dalam
hidup. Untuk itu manusia dituntut untuk selektif dalam berbuat seseuatu dan
berfikir apakah perbuatan yang dilakukan itu dapat mengantarkan kepada kemulian
ataupun kemurkaan di sisi Allah swt. Ketika manusia sudah mampu mendapatkan cinta
dan ridha Allah swt sudah tentu itu merupakan salah satu Tiket keberhasilan
dunia Akhirat. Lalu bagaimana cara seseorang mendapatkan cinta dan ridha Allah
swt. Mari simak
1.
Niatkan segalanya hanya untuk Allah swt.
Tetaplah
merasa tidak punya apa-apa dan merasa Allah yang memiliki segalanya. Niatkan
niscaya kamu akan dapatkan, begitulah singkatnya, tetapi yang saya ingin ulas
adalah niat yang seperti apa yang akan mengantarkan seseorang menuju cinta dan
ridha Allah. Sahabatku niatkanlah segalanya untuk Allah sebelum berbuat sesuatu
dan yakinlah bahwa Allah maha memberi atas segala sesuatu. Niatkan segalanya
walaupun belum dapat dilaksanakan dengan usaha yang maksimal, tentunya niat itu
dihitung sebagai kebaikan.
Sbagaimana
sabda Rasulullah Saw:
“Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan
kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan
kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai
satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian
mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan
hingga tujuh ratus kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat
berbuat buruk namun dia tidak jadi melakukannya, maka Allâh menulisnya di
sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat
kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menuliskannya sebagai satu
kesalahan.” [HR. al-Bukhâri dan Muslim dalam kitab Shahiih mereka]
2.
Wujudkan dengan amal perbuatan
Niat
tidak akan terwujudkan sesuai dengan yang kita inginkan, jika tidak dibarengi
dengan aksi yang maksimal. Cara terbaik untuk bertindak adalah keluar dari zona
nyaman. Lakukan perjalanan dan cobalah hal-hal yang baru. Hal ini bertujuan
untuk menguji kekuatan dalam menghadapi tantangan . Dahulu ketika saya masuk
kuliah saya termasuk orang yang bingung, karena harus diam melongo tidak ada
kegiatan, akibatnya adalah angka produktivitas menurun, prestasi bahkan sulit
dikejar. Tetapi karena ada kemauan untuk berkembang, saya mencoba untuk keluar
dari zona nyaman dengan bergaul dengan orang-orang berprestasi, aktif
berorganisasi, dan menulis. Dalam satu tahun kedepan tulisan saya termuat di
blog saya walaupun belum sempat di publish untuk menjadi buku.
3.
Deklarasika dengan doa
Bagaimanapun
usaha yang dilakukan, tetapi belum mendapat ridha dari Allah swt maka tingkat
keberhasilan terhadap usaha dilakukan pasti menemui hambatan. Ketika jiwa dalam
keadaan yang keluh, usaha tidak kunjung berhasil dan muluk, maka sudah saatnya
untuk kembali kepada tuhan selaku pembuat kebijakan. Doa merupakan bentuk
penghambaan kepada tuhan YME, dan merupakan jalan datangnya persetujuan dari
tuhan.
Comments
Post a Comment