Sahabatku dirimu ibarat sebuah kendaraan yang mana menjadi penggerak atau supirnya yaitu hati. Apabila misalnya seorang pengendara yang baik tentunya akan menjaga kendaraan itu agar senantiasa bersih, serta penggunaannyapun tentunya akan mengarah pada hal yang baik. Kiranya apabila sebuah kendaraan dipegang oleh orang yang buruk tentunya penggunanya juga sering digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Sama halnya dengan seorang manusia, jika supir atau pengendaranya itu adalah hati maka kemana arah kita akan melangkah baik maupun buruk itu ditentukan oleh hati. Maka disitulah perlunya penjagaan hati agar senantiasa bersih yang kedepannya bisa mengantarkan kita menuju kebaikan. Maka diditulah urgensi hati sebagai pengantar manusia menuju kebaikan. Maka apa yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar senantiasa hatinya bisa bersih ? Sudah tentu jawabannya, simpel dan sederhana, jangan jau...
Ketika bentang menyinari hatiku Membuka mataku Menggerakan pikiranku mengalunkan kata indah dalam sanubari jiwa itulah diriku di dalam kedamaian