Berdoalah, maka tuhan akan mengabulkan doamu. Jangan
berhenti pada titik jenuh, lakukan
terus menerus sampai Anda menemukan cara
tuhan menjawab doamu. Dalam buku Yusuf Mansur “Beliefe” beliau menjelaskan
tentang besarnya permintaan, besarnya permintaan tidak menjadi suatu halangan
untuk berdoa. Yakinlah bahwa Tuhan lebih besar dari pada permintaan yang kamu
ingin. Allah bisa mengabulkan segala hal berdasarkan kehendak dan jika memang
itu baik untukmu.
Ketika doa telah Anda panjatkan, namun tidak kunjung-kunjung
terkabul, mungkin ada hal yang harus anda koreksi sehingga membuat Allah
menunda permohonan anda. Allah menganggap bahwa ada hal yang belum lengkap dari
diri Anda. Apa itu ? mungkin saja dari
ibadah anda, atau mungkin dari usaha anda yang belum maksimal. Maka dari itu
maksmalkanlah dua hal itu. Coba simak ilustrasi dibawah ini “ seorang bapak
tidak mungkin memberikan anaknya yang baru berumur delapan tahun sepeda motor,
karena bapaknya sudah tau bahwa belum saatnya dan kalaupun diberikan tentunya tidak
akan memberi dampak positif, karena ujung-ujungnya juga gak kepakek, atau bisa
jadi mencelakan si anak itu.”
Seorang guru matematika tidak mungkin memberikan
pelajaran Aljabar pada murid kelas satu SD karena selain hal itu
menyulitkan disisi lain itu juga akan
membuatnya bosan karena tidak kunjung paham tentang itu. Nah sama halnya dengan
Allah, allah mengabulkan doa hambanya berdasarkan kebutuhan hambanya. Yakin
Allah akan mengabulkan doamu jika itu yang terbaik untukmu. Allah pengatur
skenario hidup, allah yang menyediakan segala hal yang baik dan kita bebas
untuk memilih. Maka yakin Allaj akan menjawab doamu. Bisa jadi sekarang, kalau
tidak sekarang bisa jadi esok, atau memang ada pilihan yang lain yang lebih
baik yang disediakan Allah swt.
Keyakinan terhadap jawaban doa dari Allah swt jangan
sampai Anda berjenti sampai titik itu saja. Harus ada tindakan lanjutan yang
berhubungan dengan keinginan yang anda minta kepada Allah swt, hal ini juga
yang disebut Action. Harus ada tindakan yang anda harus eksekusi. Jika anda
ingin menjadi seseorang dokter maka ketika anda berdoa haruslah anda barengi
dengan tindakan yaitu memantaskan diri. Caranya ?? Ya mulai untuk melakukan
kegiatan yang berhubungan dengan kedokteran baik itu belajar dengan baik.
Jangan berhenti berdoa, lakukanlah terus meneru, sampai
akhirnya kamu menemukan jawaban dari Allah tentang doamu.
Mulailah untuk fokus
Sahabatku dirimu ibarat
sebuah kendaraan yang mana menjadi penggerak atau supirnya yaitu hati. Apabila
misalnya seorang pengendara yang baik tentunya akan menjaga kendaraan itu agar
senantiasa bersih, serta penggunaannyapun tentunya akan mengarah pada hal yang
baik. Kiranya apabila sebuah kendaraan dipegang oleh orang yang buruk tentunya
penggunanya juga sering digunakan untuk hal-hal yang tidak penting. Sama halnya
dengan seorang manusia, jika supir atau pengendaranya itu adalah hati maka
kemana arah kita akan melangkah baik maupun buruk itu ditentukan oleh hati.
Maka disitulah perlunya penjagaan hati agar senantiasa bersih yang kedepannya
bisa mengantarkan kita menuju kebaikan.
Maka diditulah urgensi hati sebagai pengantar manusia
menuju kebaikan. Maka apa yang harus dilakukan oleh seorang muslim agar
senantiasa hatinya bisa bersih ? Sudah tentu jawabannya, simpel dan sederhana,
jangan jauh dari Allah swt. Mulailah menjalin hubungan yang intensif dengan
cara menyegerakan perintahnya dan menjauhi larangannya.
Maka setelah sudah terjalin sebuah hubungan yang
intensif, lalu apa hubungannya dengan fokus ?? Oke, kita akan bahas secara
perlahan. Fokus bukan hanya menitik beratkan pada satu hal yaitu dunia, yang
mana orientasinya adalah kekayaan dan segala hal yang mewah. Tetapi seharusnya
Akhirat juga tentunya harus diutamakan. Maka dari itu fokuslah beribadah,
jadikan semua aktifitas dari fajar menjelang sampai malam menjemput itu adalah
sebuah perbaikan.
Fokus itu langkah awal untuk membuat suatu perubahan.
Seseorang pemimpin, ia dapat dikatakan pemimpin jika ada suatu perubahan
terhadap yang di pimpinnya. Maka perubahan itulah yang menjadi suatu titik
fokus seorang pemimpin.
Seorang dai yang baik, tentu perbaikan umatlah yang
menjadi bidikan dakwahnya. Maka alhasil kerjanya itu apabila perbaikan umat
terwujud. Maka disitulah titik fokus seorang da’i. Lalu apa titik fokus anda ??
Semua orang punya titik fokus masing masing.
Semua orang punya bidikan tersendiri, semua orang punya tujuannya
masing-masing. Pertanyannya adalah apakah anda sudah fokus terhadap tujuan anda
?? Jika belum bersegeralah, jangan tunggu sampai esok, jangan berpikir panjang,
jika anda ingin suatu perubahan maka lakukan mulai dari sekarang.

Comments
Post a Comment