Kebiasaan membentuk
diri seseorang. Mengapa saya mengatakan
demikian, Hal ini dikarenakan sesuatu yang kita biasakan sehari-hari merupakan
pembentuk sebuah skill atau keahlian. Contoh, sesorang yang ahli dibidang
tertentu sudah tentu telah melakukan pengulangan terhadap keahliannya. Pekarate
yang handal telah melalui ratusan bahkan ribuan kali latihan. Begitupun
dengan keahlian yang lain, keahlian yang
dilatih itu menjadikan kehlian yang membawa sebuah keuntungan. Seseorang
pesepak bola yang handal sudah tentu mendapatkan kontrak atau bayaran dari
setiap club. Seorang pebulu tangkis, Trainer, bahkan memimpin juga merupakan
sebuah keahlian . Lalu pertanyaannya adalah apakah seluruh manusia punya
keahlian sendiri ? jawabannya adalah sudah tentu iya, manusia diciptakan dengan
skill masing-masing. Skill meliputi beberapa hal, mulai dari
berbicara,
menulis, dan skil-skil yang lain. Skill manusia baru akan terbentuk apabila
telah melalui sebuah proses pengulangan dan latihan. Inilah mengapa seseorang
pesepak bola yang handal speerti cristiano ronaldo dapat terlihat lihai ketika
berlaga dilapangan. Hal instan tidak mungkin bisa menjadikan cristiano ronaldo
terlihat lincah menggiring bola. Sudah tentu cristiano telah melakukan latihan
dan pengulangan dalam membentuk skillnya. Begitupun juga dengan manusia yang
lain. Sahabatku habbits merupakan
sesuatu yang refleks, seseuatu yang otomatis kita lakukan dalam keseharian.
Ketika saya pertama kali memulai untuk menulis sudah tentu tangan saya terasa
kaku dan pikiranpun kosong tidak tahu harus menuangkan ide apa. Hal itu
dikarenakan Habbits menulis belum terbentuk dan terpatri dalam hidup saya.
Untuk membiasakan menulis atau membentuk habbits menulis saya harus melaluinya
dengan sangat sulit. Rasa malas dan bosan sudah tidak asing lagi kulalui
dulunya. Tetapi setelah lama melakukan pengulangan dan itu telah menjadi
kebiasaan saya dalam setiap harinya, maka hidup terasa hampa jika tidak
menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Sahabatku membentuk habits
sama seperti halnya kita membentuk sebuah program yang otomatis mengarahkan
kita. Jika anda membentuk habits malas, maka malas itulah yang akan mengarahkan
hidup anda, begitupun ketika anda membentuk habits rajin maka rajin itulah yang
mengarahkan hidup anda. Dahulu saya sering sekali merasa bingung kenapa saya
melakukan hal
yang sama dalam setiap harinya, mulai dari kebiasaan buruk,
bangun kesiangan, makan tidak teratur, dan belajar tidak teratur. Ternyata
setekah saya menemukan itu merupakan kebiasaan yang membentuk diri saya
sehingga hal itu dilakukan secara otomatis dalam keseharian. Ketika ingin
merubah kebiasaan itu ternyata sulitnya minta ampun. Hidup seperti telah
dikendalikan oleh kebiasaan buruk. Maka mau tidak mau saya harus membiasakan
diri untuk melakukan hal-hal yang baik dalam keseharian sehingga membentuk
kebiasaan. Setelah sudah terbiasa secara otomatis kebiasaan baik itu dilakukan
tanpa diperintah, sehingga kebiasaan baik saya itu yang mulai menghilangkan
kebiasaan buruk. Hal yang saya lakukan adalah sederhana, pertama melakukan
latihan perbaikan, kedua adalah pengulangan dan yang ketiga adalah terbentuklah
sebuah habits atau kebiasaan baru.
Semoga bermanfaat :D
Comments
Post a Comment