Sebagai seseorang makhluk tuhan tentunya manusia mempunyai idola sendiri-sendiri, dan pikiran itu mengarahkan saya untuk mengulas kenapa seseorang manusia mempunyai idola, dan mengapa kita memiliki rasa suka yang berlebihan terhadap seseorang yang diidolakan. Sudah tentu saahabatku seseorang yang menjadi idola itu mempunyai klebihan tersendiri yang menjadi keistimewaan, sebagai contoh sesorang yang mengidolakan justin bieber sudah tentu memiliki alasan tertentu mengapa ia mengidolakan justin bieber, baik dari segi fisik maupun skill yang dimilikinya ketika bernyanyi,artinya apa sahabatku seseorang memiliki alasan tersendiri mengapa ia mengidolakan seseorang. Seseorang yang istimewa sudah tentu berbeda, seseorang yang istimewa sudah tentu langka. Istimewa itu ibarat penonton sepak bola dengan pemain sepak bola, penonton sepak bola sudah tentu tak terhitung jumlahnya sedangkan pemain sepak bola itu paling hanya beberapa orang, lalu pertanyaannya begini yang lebih istimewa antara pemain dengan penonton itu yang mana ? sudah jelas jawabannya yaitu pemain sepak bola tadi. Artinya apa sahabatku seseorang yang istimewa sudah tentu terbatas jumlahnya “Better is less”. Untuk menjadi seseorang yang istimewa maka seseorang dituntut untuk melakukan seseuatu hal yang berbeda dalam hidupnya. Berbeda dalam artian bahwa tidak sama dengan manusia yang lain pada umumnya. Ibarat seseorang yang tidak terlambat sudah tentu berbeda dengan seseorang yang terlambat. Dalam hidupnya seseorang yang tidak terlambat sudah mempersiapkan dirinya untuk bangun pagi setelah itu solat subuh dan berangkat sepagi mungkin. Berbeda dengan orang yang suka terlambat, didalam hidupnya yang ia lakukan adalah hal-hal yang biasa manusia pada umumnya lakukan, bangun telat, terburu-buru, dan kegiatan negatif yang lainnya. Untuk menjadi seseorang yang istimewa dibutuhkan investasi, konsikuensi dan resiko, karena ketiga hal tersebut yang akan mengantarkan seseorang menuju keistimewaan. Sebagai contoh seseorang yang ingin anaknya istimewa, maka orang tua harus berani menginvestasikan uang untuk biaya pendidikan anaknya. Konsekuensinya apa, sudah tentu ia tidak dapat memenuhi keinginannya untuk memiliki barang-barang berharga, alasannya adalah ia telah menginvestasikan uangnya untuk biaya pendidikan anaknya. Lalu resikonya adalah sudah tentu apabila anaknya mampu mempergunakan donasi yang diberikan oleh orang tuanya dalam hal pembelajaran, maka hal yang istimewa sudah tentu di dapat, sebaliknya jika anak tersebut belum mapu untuk menggunakan donasi yang diberikan oleh orang tuanya resikonya adalah terbalik bisa jadi anak tersebut bukan malah menjadi istimewa tapi membuat kekecewaan. maka dari itu sudah tentu seseorang memerlukan bimbingan dan pengawasan guna mencapai keistimewaan. Kelemahan dari pemuda indonesia pada saat ini adalah tidak mampu mengemban sebuah proses, ia lebih memilih menjadi seseorang yang biasa-biasa saja dari pada menjadi seseorang yang luar biasa, karena satu hal ia tidak mau keluar dari zona aman dan nyaman menuju tantangan hidup yang sebenarnya. Contoh seseorang yang ingin menuju surga allah sudah tentu menjalani proses yang sangat sulit dan godaan yang sangat melelahkan, seseorang harus banyak belajar dan menghadiri kajian kajian islami, tidak luput dari itu ia juga harus mempergunakan waktunya untuk ibadah dan menafkahkan hartanya di jalan allah sebagai suatu investasi. Rasa malas juga sering menyelimuti tetapi karena kesungguhan dan keikhlasan maka cinta allah menyertainya yang akan mengantarkan kepada surag allah swt. Pemuda cinta dengan hal-hal instan, segala hal dapat didapatkan dengan mudah sehuingga membuat keinginan untuk berhasil dengan jalan proses yang panjang sudah tidak lagi diinginkan. Pemuda islam yang seharusnya menjadi tonggak kemajuan bangsa, masih terdiam dan tertidur pada pagi hari, pemuda yang seharusnya semangat dalam menjalani hari tidak lagi, yang ada hanya loyo dan pasrah terhadap takdir.
Follow @TrainerMuslim
Fb : Wawan suriadi
Like my fanspage : Trainer Muslim

Comments
Post a Comment