Satu hal yang menginspirasi diri saya untuk mengulas sebuah permasalahan pilihan dalam hidup yaitu ketika diri saya menemui banyak sekali kegagalan dalam hidup dikarenakan tidak mampu mengkondisikan pilihan yang saya pilih. Fokus dan sitiqamah itulah yang menjadi harga dari sebuah pilihan yang kita jalani sebagai proses. Didalam hidup kita tidak bisa menjalani dua pilihan dalam satu waktu, karena dalam satu waktu kita dituntut untuk melakoni satu pilihan saja guna menuai suatu hasil yang maksimal dalam hidup. Pilihan itu ibarat sebuah kamera yang memiliki satu titik fokus, maka tidak mungkin kamera dapat memiliki dua titik fokus dalam satu bidikan, kecuali dalam waktu yang berbeda. Didalam hidup ada banyak sekali hal yang bisa kita jadikan sebuah contoh, misalnya jika anda adalah seseorang penjahit maka dalam satu waktu anda harus tinggalkan waktu anda untuk memasak guna menuai hail yang maksimal, karena satu hal sahabatku “One time One choice”. Ketika anda memilih untuk menjadi seseorang yang baik maka selamanya anda harus meninggalkan kebiasaan buruk anda. Bukankah begitu. Dalam satu waktu kita dituntut untuk memilih satu pilihan, jika pilihan hidup anda adalah suatu hal yang baik maka tentunya akan menuai hasil yang baik pula, dan sebaliknya. Maka seharusnya sebagai manusia pandai-pandailah untuk menjalani dan memaknai hidup. Dalam hidup tuhan memberikan beberapa pilihan dalam satu waktu dan kita dituntut untuk melakoni satu pilihan saja, baik itu yang mengarah kepada kebaikan maupun keburukan. Maka disinilah kita fungsikan akal atau nurani sebagai penentu pilihan untuk kita jalani sebagai proses dan disinilah kita gunakan selektifitas dalam memilih pilihan yang sudah disediakan oleh Allah swt. Maka untuk menjalani sebua proses kita dituntut untuk fokus pada tujuan yang kita targetkan, dan tanpa memperhatikan hambatan yang akan kita hadapi. Inilah yang sering kita temui pada pemuda indonesia umumnya, yang hanya melihat hambatan yang ia hadapi pada sebuah pilihan, terutama pilihan dalam hidup yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat positif. Ketika seseorang menginginkan sesuatu dalam hidupnya, sebelum ia terjun untuk melakukan sebuah tindakan menuju keinginan, ia sudah dihantui oleh hambatan-hambatan yang akan ia hadapi, sehingga apa yang terjadi, titik fokus menuju keberhasilan terhadap suatu keinginan itu tidak terlihat lagi, dan yang ada hanyalah hambatan dan beban, lalu pertanyaannya adalah apa yang harus kita lakukan ? sahabatku kita dituntut untuk fokus kepada tujuan kita melakoni sesuatu hal, jika anda ingin berhasil maka jangan pikirkan hambatan yang akan anda hadapi, cobalah untuk fokus terhadap tujuan anda sehingga hambatan yang akan menghalangi tujuan anda menjadi tidak terlihat. Tujuan itu ibarat seseorang anak yang bermain sepak bola, ketika ia bermain yang ada dalam pikirannya adalah satu hal yaitu memasukan bola kedalam gawang. Disanalah ia mulai fokus untuk melihat tujuannya secara jelas, dengan strateginya yang apik, ketika kaki seseorang itu terluka kakinya, ia bahkan tidak merasakan sakit dan uniknya ia memilih untuk melanjutkan pertandingan sampai pertandingan itu usai. Ketika pertandingan itu sudah selesai, ia ia mulai mengaduh kesakitan. Pertanyaannya adalah mengapa hal itu bisa terjadi ? jawabannya sederhana “Fokus terhadap tujuan”, sehingga apa yang terjadi hambatan dan rasa sakit tidak menjadi masalah karena satu hal dia menikmati jalannya pertandingan sampai pertandingan usai. Bahkan ia tidak merasakan rasa sakit akibat luka dari pertandingan, ia tetap menikmati jalannya pertandingan.
Janganlah takut untuk tampil berbeda karena itu akan membuat anda dikenal dan unik. Sebuah keuntungan bagi seseorang yang mau tampil dengan berbeda, dikarenakan hal itu akan membuat sebuah penanda bagi diri anda dan hal itu pula yang menjadikan anda mempunyai ciri khas tersendiri. Dalam keseharian hidup banyak orang menilai bahwa tampil berbeda itu adalah bagian dari kebebasan, sehingga membuat dirinya berlebihan dalam berpenampilan. Tampil berbeda bukan berarti kita berbicara masalah penampilan saja, tetapi meliputi jalan yang akan kita ambil, apakah jalan yang kita ambil sudah banyak dilakoni atau di lalui oleh banyak orang. Saya pernah mengikuti seminar dari salah seorang Trainer Nasional, yang mana beliau pernah mengatakan bahwa “ 10 tahun kedepan itu ditentukan oleh jalan yang anda pilih saat ini” kalimat itu tentu menggetarkan hati dan membubuhkan sebuah semangat untuk melakoni jalan yang saya pilih dengan sungguh-sungguh. Pilihlah jalan yang berbeda yang jarang dilalui oleh ...

Comments
Post a Comment