![]() |
| Hari ini adalah esok |
Apa kabar dunia ??
semoga masih terjaga dengan kedamaian . Berangkat dari pemikiran bahwa
sesungguhnya manusia terlahir dengan titah pemenang, karena mampu memenangkan
pertarungan dengan ribuan bahkan jutaan sperma lain. Maka dapatlah kita
simpulkan bahwa manusia merupakan makhluk Allah yang sesungguhnya tangguh, baik
dalam pemikiran maupun dalam tindakan. Lalu pertanyaannya kenapa masih ada
manusia yang hidupnya penuh dengan kegagalan sedangkan sebelumnya kita sudah
dapati manusia merupakan pemenang sejati. Jawabanya adalah sederhana sahabatku,
mereka gagal karena pertama tidak mampu mengembangkan potensi dalam dirinya,
dapatkah kita mengambil sebuah contoh dari orang yang dalam hidupnya hanya
fokus terhadap kekurangannya sehingga membuat kelebihannya sirna, dan apa yang
terjadi ? kelebihanya bukannya malah bertambah tetapi semakin hari tak kunjung
ada perubahan, itu karena apa ? kelebihannya tertutup oleh kekurangannya
artinya apa orang indonesia hanya fokus terhadap kekurangannya tanpa melirik
kelebihan yang ia punya. Kedua mereka gagal karena pilihan hidup mereka yang
salah dan terlalu mengikuti nafsu. Lihat saja kenyataannya, kalau misalnya anda
melihat preman di pasar, didalam pikiran kita pasti terlintas bahwa tidak
mungkin orang ini adalah orang yang teladan semasa ia SMP ataupun SMA, karna
apa pilihan hidup dia yang salah sehingga mengantarkan hidupnya menuju
kemudaratan. Preman pasar tadi kita bisa melihat bahwa pilihan hidup yang
sebelumnya umumnya buruk maka hasilnya saat ini itu buruk. maka dari itu saya
mengatakan bahwa hidup adalah sebuah pilihan “Life is a choice”. Berbeda dengan
seseorang yang meluangkan waktunya untuk hal-hal yang positif, kalau misalnya
seseorang semasa hidupnya adalah untuk berbuat kebaikan maka hasilnya esok juga
pasti kan baik. Contohnya adalah kalau misalnya kita melihat bahwa seseorang
yang setiap hari solat di masjid, dalam pemikiran seseorang pasti dia adalah
seseorang ustadz ataupun orang baik lainnya, sehingga tidak mungkin kita kan
berfikir bahwa orang yang setiap harinya pergi ke masjid kita anggap sebagai
preman, dan sebaliknya tidak mungkin kita menganggap seseorang yang bertato,
memakai anting dan brutal itu adalah seseorang ustadz. Maka dapatlah kita
simoulkan bahwa hidupmu adalah pilihanmu. Anda sekarang merupakan hasil
akumulasi dari pilihan-pilihan anda sebelumnya. Anda sekarang adalah hasil
pilihan anda sebelumnya. Dan pilihan anda sekarang menentukan akan jadi apa
anda esoknya karena satu hal “Life is choice”. Kembali pada pembahasan bahwa kegagalan
seseorang diakibatkan oleh nafsu negatif yang terlalu berlebihan. nafsu yang
terlalu berlebihan tidak disenangi oleh Allah Swt. Sehingga jangan salah nafsu
bisa membawa kita ke jurang maksiat. Berkaitan dengan hal itu sahabat sebagai
makhluk tuhan yang dituntun untuk berbuat baik, maka akan lebih baik jika nafsu
dapat dikekang sedemikian rupa, sehingga keberhasilan segera menghampiri.
Pilihan yang salah dan nafsu yang negatif akan membawa seseorang menuju
keterpurukan, lalu pertanyaannya bagaimana caranya untuk menjadi seseorang yang
terjaga dari dua hal tersebut ?? Hal yang pertama yang harus dilakukan adalah
menjadi manusia yang selektif dan diiringi dengan pembentengan diri. Menjadi
seseorang yang selektif itu mudah, karena kaitannya dengan prioritas saja, yang
mana yang harus didahulukan dan yang mana yang harus dikesampingkan. Hal yang
penting untuk kita terapkan adalah bagaimana membiasakan diri untuk selektif
dan pandai memilih yang mana pilihan yang akan memberikan dampak buruk maupun
dampak baik terhadap diri kita. Seseorang yang memilih untuk fokus
menyelesaikan tugas dengan melakukan satu hal saja akan lebih efisien dengan
seseorang yang melakukan dua hal dalam waktu yang sama. Coba bandingkan dengan
seseorang yang mengerjakan tugas bersamaan dengan chatingan dengan seseorang di
facebook, tentunya seseorang yang fokus itu yang akan lebih unggul. Karena
pilihan untuk fokus akan menentukan hasil akhir yaitu, efisiensi waktu dan
cepatnya pekerjaan itu selesai. Pembentengan diri berguna untuk menjaga manusia
dari hal-hal negatif dalam hidup, baik berupa perasaan maupun perbuatan.
Benteng hidup kita adalah kekuatan dan ketguhan iman dan taqwa dalam hidup. Hal
yang sering kita temui dalam hidup ini adalah goyahnya iman dan taqwa seseorang
oleh nikmat dunia yang menipu, seseorang lebih baik menunda waktu solat
daripada menunda waktu untuk bermain PS, itu merupakan salah satu contoh bahwa
manusia perlu penjagaan hati yang ketat guna mencegah hal-hal yang buruk
menjadi teman dalam hidup. lalu pertanyaannya adalah bagaimana caranya untuk
menjaga hati agar tetap terjaga dari hal-hal yang buruk ? jawabannya sederhana
sahabatku jika anda sudah terbiasa berbuat buruk maka bukannya hal-hal yang baik yang akan
mendekatimu tetapi hal yang buruk itu secara perlahan mulai menjadi
kebiasaanmu. Berbebda jika anda telah membiasakan diri untuk berbuat baik, maka
tentunya kebaikanlah yang akan mendekati kita semua. Maka dari itu biasakanlah
diri untuk berbuat baik, melihat hal-hal yang baik agar hidup terjaga dari keburukan.
Follow : @TrainerMuslim
Fb : Wawan Suryadi
Like and share

Comments
Post a Comment