Entah aparencana tuhanterhadap insan yang rindu akan keindahan buih cinta. Semoga dengan catatan kecil tentang dirimu, kamu akan tahu tentunya tentang rasa yang ditiupkan tuhan untukku terhadapmu. Begitu dalam .
Melalu secarik lirih yang membelenggu dalam hati,aku tuangkan padamu wahai dewi pujaan hati. Tepatnya di kampus merah fakultas hukum universitas mataram . Pagi yang hangat menyelimuti ari tubuhku,sinar mentari yang begitu bersahabat seakan memancarkan kesuksesan untuk mencapai suatu tujuan. Aku nobatkan diriku untuk duduk di meja dekat dengan beberapa orang yang berlalu lalang di depanku. Seperti biasanya aku sedang menunggu seorang pengajar yang mampu menyinari hatiku dengan lentera ilmu 'Bapak Dosen' kata itu yang lazim diucapkan teman temanku. Sebagai seorang mahasiswa yang lugu aku hanya bisa duduk terdiam. Aku hanya memperhatikan orang di sekelilingku,dan itu merupakan hobiku. Dengan hal itu tentunya aku bisa paham tentang watak watak dari beberapa teman-temanku. tetapi ada yang berbeda. Aku merasa ada yang aneh,ada sesuatu hal yang tak lazim dari dalam pandanganku. Seketika aku terpaku dengan seseorang yang luar biasa dengan keindahan yang dianugrahkan tuhan terhadapnya. Pandangan matanya yang tenang,buah bibirnya yang manis,sungguh memukau pandanganku. Tentunya sebagai mahasiswa yang lugu aku terpaku kaku, terdiam seribu bahasa,terikat sifat maluku yang tak bisa aku lepas dari kekangan tubuh ini. Oh tuhan aku ingin menanyakan siapa gerangan bidadari anugrah tuhan itu. Aku ingin tahu siapa namanya. Aku hanya mampu menundukan pandanganku terhadapnya. Aku jua tak ingin ia tahu bahwa aku menganguminya.
Waktu berlangsung begitu cepat sehinga waktu harus memisahkan pandangan mataku terhadapnya. Sepertinya bapak dosen yang ditunggu sudah datang,akupun bergegas masuk kelas Dengan tergesa gesa aku mengambil tempat dudukku,tepat di paling depan deretan pertama,di depan meja dosen. Aku memang senang duduk paling depan. Dengan sesuatu hal yang tidak aku duga wanita itu duduk disampingku. Wajahku memerah,tanganku gemetar,menisyaratkan aku malu terhadapnya. Aku beranikan diriku untuk ku ulurkan tanganku untuk mengetahui namanya. Nama yang indah laksana ratu dari kerajaan yang megah. Aku pun mendapatkan kado yang cukup indah darinya. Tatapan ramah dan senyum manis,sungguh indah hari itu.
Entah ini Berupa keajaiban atau magic yang di peruntukan untuk hatiku saat ini. Aku merasakan sejuk seperti berada dalam suasana embun setelah hujan di pagi hari yang tentunya ada pelangi setelahnya. Serasa ada semilir kehangatan dari hembusan angin .
Its not true, but just my fantasy :D


Comments
Post a Comment