Secarik kertas yang putih,segenggam tinta yang menodai,sebutir penghapus yang menghapus. itulah manusia yang sadar akan diri sebagai makhluk tuhan. Dunia memang tak seperti khayalan kawan,dunia memang tak selamanya indah. Terkadang kita menginginkan hidup ini seperti film ataupun sinetron yang terlihat indah ketika menjalani hidup di dalam skenario, tetapi didalam dunia nyata itu berbanding terbalik.
Terkadang kita memandang segala hal yang baik itu merupakan hal yang pantas untuk kita,tetapi nyatanya ada banyak hal yang baikmenurut pandangan manusia itu belum tentu baik untuknya.
Begitupun dengan hal yang buruk,tak selamanya kita memandang yang hakikatnya buruk tetaplah buruk. Bisa jadi ketika mata memandang hal yang buruk, hal itu menjadi yang terbaik untuk kita,kalau berbicara takdir.
Memang tuhan tak sudah menyediakan skenario untuk hambanya,dan menyediakan batasan untuk bermain terhadap hambanya. Ketika semua sudah usai menurut ketetapannya,semua akan usai. Setiap orang pasti menginginkan masa yang indah dan tuhan menyediakan masa yang indah tehadap hambanya selagi ia masih mau berusaha. Ingatkah engkau salah satu untaian kata hikmah " setiap orang ada masanya dan setiap masa pasti ada orangnya." setiap masa pasti ada orang yang akan menjadi salah satu panutan atau bintang begitupun panutan dan bintang itu ketika habis masanya ia akan digantikan oleh orang lain. Bung Aril mengatakan " Jiwa yang lama telah pergi bersiaplah para pengganti". Kita yang muda disiapkan untuk menjadi pengganti,kita yang muda akan merubah peradaban negri ini menuju peradaban yang lebih baik . kita harus percaya hal itu,tidak ada yang tak mungkin selagi kita masih mau untuk berusaha.
Comments
Post a Comment